Rabu, 16 Oktober 2013

Bahaya Asap Kendaraan Bermotor

Indahnya  Bumi tidak  dapat  kita  rasakan lagi seperti dulu. Birunya langit  kini  berubah  menjadi  hitam  yang  menakutkan. Hijaunya pohon yang  rindang  kini  berubah  menjadi  lahan  yang  menakutkan. Pencemaranlah  yang  mengubah  semuanya, salah  satunya  yaitu  pencemaran  udara. Kendaraan bermotor merupakan salah satu penyebab pencemaran udara. Di kota besar seperti Jakarta mungkin sudah tidak terhitung lagi jumlah kendaraan bermotor, kepadatan dan kemacetan lalu lintas merupakan hal yang biasa terjadi di Jakarta. Namun, apakah kita memikirkan dampak negatif dari asap kendaraan bermotor? Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Jakarta sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi ketiga di dunia, setelah Meksiko dan Thailand. Sumber polusi terbesar dihasilkan asap kendaraan bermotor yang mencapai 70 persen. 
Bahaya asap kendaraan  disebabkan  karena  adanya  zat-zat  berbahaya yang terkandung  di dalam  asap  kendaraan. Zat- zat tersebut adalah  :
Karbon dioksida.
Karbon dioksida tergolong gas rumah kaca, sehingga peningkatan kadar karbon dioksida di udara dapat mengakibatkan peningkatan suhu permukaan bumi.
Karbon monoksida.
Gas ini bersifat racun, dapat menyebabkan  rasa sakit pada mata, saluran pernafasan dan paru-paru. Jika masuk ke dalam darah melalui pernafasan, karbon monoksida bereaksi dengan hemoglobin dalam darah membentuk COHb (karboksihemoglobin).
Oksida Belerang.
Oksida Belerang, apabila terisap oleh pernapasan, akan berekasi dengan air dalam saluran pernapasan dan membentuk asam sulfat yang akan merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Oksidasi belerang juga dapat larut dalam air hujan dan menyebabkan hujan asam.
Oksida nitrogen.
NOx bereaksi dengan bahan-bahan pencemar lain dan menimbulkan fenomena asap-kabut atau smog. Smog menyebabkan berkurangnya daya pandang, iritasi pada mata dan saluran pernapasan, membuat tanaman layu, serta menurunkan kualitas materi.
Penyakit yang bisa timbul dari asap kendaraan bermotor sungguh luar biasa, yaitu bronchitis, emphysema pulmonum, bronchopneumonia, cor pulmonale kronikum, kanker paru, penyakit jantung, kanker lambung dan masih banyak penyakit yang lain sungguh mengerikan dan parahnya kita tidak bisa menghindar dari asap kendaraan bermotor. Penulis studi, Gregory Wellenius dari Centre for Environmental Health and Technology, Brown University, mengatakan bahwa paparan partikel yang mencemari udara meningkatkan risiko stroke iskemi. "Sudah ada banyak studi yang memperlihatkan hubungan antara polusi udara dan risiko stroke," kata Dr Peter Coleman, pejabat tinggi sebuah lembaga penelitian stroke. "Studi terbaru ini semakin meyakinkan bahwa polusi udara meningkatkan risiko stroke bagi masyarakat urban." Asap kendaraan bermotor tidak hanya memicu penyakit fisik, tapi polusi yang berasal dari asap kendaraan juga bisa memicu penyakit mental, yaitu sifat agresif dan gelisah.
Asap kendaraan bermotor terbang bebas kesana kemari bahkan meracuni kita pada saat kita di rumah, bersantai dan tidur. Kelihatanya tidak ada jalan individu untuk selamat dari semua itu, artinya harus bersama - sama untuk mengatasinya dengan cara  menanam  tanaman  di  sekitar  lingkungan  kita, menggunakan  sepeda  untuk  bepergian, serta  mengimbau  kepada  seluruh  masyarakat  melalui media telekomunikasi  untuk  melestarikan  dan  menjaga  bumi  kita  agar  tetap  indah  dan  sehat untuk kehidupan generasi berikutnya.
 
 
Sumber :
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar