Indahnya Bumi tidak dapat kita
rasakan lagi seperti dulu. Birunya langit kini berubah
menjadi hitam yang menakutkan. Hijaunya pohon yang
rindang kini berubah menjadi lahan yang
menakutkan. Pencemaranlah yang mengubah semuanya, salah
satunya yaitu pencemaran udara. Kendaraan bermotor
merupakan salah satu penyebab pencemaran udara. Di kota besar seperti
Jakarta
mungkin sudah tidak terhitung lagi jumlah kendaraan bermotor, kepadatan
dan
kemacetan lalu lintas merupakan hal yang biasa terjadi di Jakarta.
Namun,
apakah kita memikirkan dampak negatif dari asap kendaraan bermotor? Badan
Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Jakarta sebagai kota dengan tingkat
polusi
tertinggi ketiga di dunia, setelah Meksiko dan Thailand. Sumber polusi
terbesar
dihasilkan asap kendaraan bermotor yang mencapai 70 persen.
Bahaya asap
kendaraan disebabkan karena adanya zat-zat
berbahaya yang terkandung di dalam asap kendaraan. Zat- zat
tersebut adalah :
Karbon dioksida.
Karbon dioksida tergolong gas rumah kaca, sehingga
peningkatan kadar karbon dioksida di udara dapat mengakibatkan
peningkatan suhu
permukaan bumi.
Karbon monoksida.
Gas ini bersifat racun, dapat menyebabkan rasa
sakit pada mata, saluran pernafasan dan paru-paru. Jika masuk ke dalam
darah melalui
pernafasan, karbon monoksida bereaksi dengan hemoglobin dalam darah
membentuk
COHb (karboksihemoglobin).
Oksida Belerang.
Oksida Belerang, apabila terisap oleh pernapasan, akan
berekasi dengan air dalam saluran pernapasan dan membentuk asam sulfat
yang
akan merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Oksidasi belerang juga
dapat
larut dalam air hujan dan menyebabkan hujan asam.
Oksida nitrogen.
NOx bereaksi dengan bahan-bahan pencemar lain dan
menimbulkan fenomena asap-kabut atau smog. Smog menyebabkan
berkurangnya daya pandang, iritasi
pada mata dan saluran pernapasan, membuat tanaman layu, serta menurunkan
kualitas materi.
Penyakit yang bisa timbul dari asap kendaraan bermotor
sungguh luar biasa, yaitu bronchitis, emphysema pulmonum, bronchopneumonia,
cor pulmonale kronikum, kanker paru, penyakit jantung, kanker
lambung dan
masih banyak penyakit yang lain sungguh mengerikan dan parahnya kita
tidak bisa
menghindar dari asap kendaraan bermotor. Penulis
studi, Gregory Wellenius dari Centre for Environmental Health and
Technology, Brown University, mengatakan bahwa paparan partikel yang
mencemari udara meningkatkan risiko stroke iskemi. "Sudah ada
banyak studi yang memperlihatkan hubungan antara polusi udara dan risiko
stroke," kata Dr Peter Coleman, pejabat tinggi sebuah lembaga penelitian
stroke. "Studi terbaru ini semakin meyakinkan bahwa polusi udara
meningkatkan risiko stroke bagi masyarakat urban."
Asap kendaraan bermotor
tidak hanya memicu penyakit fisik, tapi polusi yang berasal dari asap
kendaraan
juga bisa memicu penyakit
mental,
yaitu sifat agresif dan gelisah.
Asap kendaraan bermotor terbang bebas kesana kemari
bahkan meracuni kita pada saat kita di rumah, bersantai dan tidur.
Kelihatanya
tidak ada jalan individu untuk selamat dari semua itu, artinya harus
bersama -
sama untuk mengatasinya dengan cara menanam tanaman di
sekitar lingkungan kita, menggunakan sepeda untuk
bepergian, serta mengimbau kepada seluruh
masyarakat melalui media telekomunikasi untuk melestarikan
dan menjaga bumi kita agar tetap
indah dan sehat untuk kehidupan generasi berikutnya.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar