Air bersih adalah
salah satu jenis sumber daya alam berbasis air yang bermutu baik dan
biasa
dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan
aktivitas
sehari-hari.
Komposisi
air di bumi adalah 70% dari total permukaan bumi dengan jumlah kira-kira
1,4
ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah
ini yang
dapat benar-benar dimanfaatkan yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian
besar air
(kira-kira 97%) ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu
tinggi
sehingga tidak dapat langsung dimanfaatkan. Dari 3% sisanya yang ada
(kira-kira
87%), tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.
Persediaan air bersih
di bumi semakin
berkurang dengan adanya dampak dari pemanasan global. Pemanasan global menyebabkan melelehnya es,
glasier dan
salju yang seiring waktu akan menambah parah kelangkaan air di berbagai
belahan
dunia. Satu per enam dari penduduk dunia saat ini bergantung pada
lelehan
glasier dan tutupan salju untuk air minum dan irigasi pertanian sehingga
dengan
melelehnya es tersebut jumlah cadangan air otomatis berkurang dan
mengakibatkan
air bersih semakin langka. Berdasarkan
hasil
studi tahun 2006, Asia diperkirakan akan kehilangan 90% sumber air
bersih
akibat perubahan iklim terkait global warming.
Akibat
dari persediaan air bersih di bumi yang semakin berkurang menimbulkan
berbagai
masalah diantaranya :
Meningkatnya Jumlah Penyakit Diare
Peningkatan
suhu bumi 1 derajat celsius menyebabkan jumlah penderita diare meningkat
8%.
Saat ini terdapat 4 milyar kasus diare setiap tahunnya dan 2,2 juta
kematian
akibat diare. Artinya jika suhu bumi meningkat 1 derajat celcius, maka
akan ada
tambahan 320 juta kasus dan 176 ribu.
Keributan Antar Negara
Keributan
masalah air bersih bisa terjadi dalam suatu negara, kawasan, ataupun
berdampak
ke benua luas karena penggunaan air secara bersama-sama. Di Afrika,
misalnya,
lebih dari 57 sungai besar atau lembah danau digunakan bersama oleh dua
negara
atau lebih; Sungai Nil oleh sembilan, dan Sungai Niger oleh 10 negara.
Sedangkan di seluruh dunia, lebih dari 200 sungai, yang meliputi lebih
dari
separo permukaan bumi, digunakan bersama oleh dua negara atau lebih.
Mungkin
hingga saat ini kita masih sering membuang-buang air bersih
dan tak pernah berpikir kemana air bersih
itu pergi dan apakah bisa kembali lagi nantinya. Kita tidak pernah
berpikir
bagaimana kedepannya karena kita hanya tahu bahwa "kita bebas menggunakan air" tanpa memperhatikan bahwa masih banyak
orang lain yang lebih membutuhkan
air bersih daripada kita.
Setelah
kita mengetahui bahwa air memenuhi bumi hingga 70% akan tetapi dengan
jumlah
tersebut air bersih yang bisa dimanfaatkan hanya 0.003% saja kemudian
jumlah
tersebut berkurang dengan adanya pemanasan global, so what will you do
now? How if in the
future there is no clean water?
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar