Rabu, 16 Oktober 2013

Persediaan Air Bersih di Bumi

Air bersih adalah salah satu jenis sumber daya alam berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Komposisi air di bumi adalah 70% dari total permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air (kira-kira 97%) ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi sehingga tidak dapat langsung dimanfaatkan. Dari 3% sisanya yang ada (kira-kira 87%), tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.
Persediaan air bersih di bumi semakin berkurang dengan adanya dampak dari pemanasan global. Pemanasan global menyebabkan melelehnya es, glasier dan salju yang seiring waktu akan menambah parah kelangkaan air di berbagai belahan dunia. Satu per enam dari penduduk dunia saat ini bergantung pada lelehan glasier dan tutupan salju untuk air minum dan irigasi pertanian sehingga dengan melelehnya es tersebut jumlah cadangan air otomatis berkurang dan mengakibatkan air bersih semakin langka. Berdasarkan hasil studi tahun 2006, Asia diperkirakan akan kehilangan 90% sumber air bersih akibat perubahan iklim terkait global warming.
Akibat dari persediaan air bersih di bumi yang semakin berkurang menimbulkan berbagai masalah diantaranya :
Meningkatnya Jumlah Penyakit Diare
Peningkatan suhu bumi 1 derajat celsius menyebabkan jumlah penderita diare meningkat 8%. Saat ini terdapat 4 milyar kasus diare setiap tahunnya dan 2,2 juta kematian akibat diare. Artinya jika suhu bumi meningkat 1 derajat celcius, maka akan ada tambahan 320 juta kasus dan 176 ribu.
Keributan Antar Negara
Keributan masalah air bersih bisa terjadi dalam suatu negara, kawasan, ataupun berdampak ke benua luas karena penggunaan air secara bersama-sama. Di Afrika, misalnya, lebih dari 57 sungai besar atau lembah danau digunakan bersama oleh dua negara atau lebih; Sungai Nil oleh sembilan, dan Sungai Niger oleh 10 negara. Sedangkan di seluruh dunia, lebih dari 200 sungai, yang meliputi lebih dari separo permukaan bumi, digunakan bersama oleh dua negara atau lebih.
Mungkin hingga saat ini kita masih sering membuang-buang air bersih dan tak pernah berpikir kemana air bersih itu pergi dan apakah bisa kembali lagi nantinya. Kita tidak pernah berpikir bagaimana kedepannya karena kita hanya tahu bahwa "kita bebas menggunakan air" tanpa memperhatikan bahwa masih banyak orang lain yang lebih membutuhkan air bersih daripada kita.
Setelah kita mengetahui bahwa air memenuhi bumi hingga 70% akan tetapi dengan jumlah tersebut air bersih yang bisa dimanfaatkan hanya 0.003% saja kemudian jumlah tersebut berkurang dengan adanya pemanasan global, so what will you do now? How if in the future there is no clean water?
 
Sumber :
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar