Idealnya,
kosmetik berfungsi untuk mempercantik wajah dan menyehatkan kulit. Namun
apa yang terjadi jika Anda menggunakan kosmetik yang mengandung
bahan-bahan
berbahaya? Selain dapat menyebabkan kulit menjadi rusak, kandungan
berbahaya
dalam kosmetik juga dapat menyerap ke dalam kulit dan darah sehingga
membahayakan kesehatan Anda.
Para remaja yang mulai
menggunakan
make up lebih rentan terhadap kerusakan kulit akibat bahan kimia dalam
kosmetik. "Kebanyakan
gadis yang beranjak remaja memiliki ritual ber-make up setiap harinya,
make up
dipakai tebal sehingga mereka terkena paparan bahan kimia berbahaya. Dan
ini
adalah kabar buruk bagi kesehatan gadis remaja '' ujar Campaigner Stacy
salah
seorang peneliti dari The Environmental
Working Group.
Berikut ini zat-zat
berbahaya yang perlu
dihindari saat Anda berbelanja kosmetik:
1. Methyl /
Propyl / Butyl / Ethyl Paraben
Kandungan ini berguna untuk mencegah perkembangan bakteri sehingga produk kosmetik dapat awet dan tahan lama. Walau telah banyak diketahui mengandung toxic berbahaya, kandungan ini tetap digunakan secara di luas di berbagai merk kosmetik.
Kandungan ini berguna untuk mencegah perkembangan bakteri sehingga produk kosmetik dapat awet dan tahan lama. Walau telah banyak diketahui mengandung toxic berbahaya, kandungan ini tetap digunakan secara di luas di berbagai merk kosmetik.
2.
Imidazolidinyl Urea dan Diazolidinyl Urea
Kedua zat kimia ini merupakan pengawet yang paling banyak digunakan selain Paraben. Kandungan utamanya ialah formaldehyde yang seringkali dipakai untuk mengawetkan jenazah. Bahan ini memang mampu mengawetkan komposisi dalam kosmetik, namun terbukti berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.
Kedua zat kimia ini merupakan pengawet yang paling banyak digunakan selain Paraben. Kandungan utamanya ialah formaldehyde yang seringkali dipakai untuk mengawetkan jenazah. Bahan ini memang mampu mengawetkan komposisi dalam kosmetik, namun terbukti berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.
3. Sodium Lauryl
Sulfate
Lazim digunakan dalam produk shampoo dan detergen, fungsinya untuk menghasilkan busa yang melimpah. Bahayanya, kandungan dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit, kerontokan rambut, ketombe, serta reaksi alergi.
Lazim digunakan dalam produk shampoo dan detergen, fungsinya untuk menghasilkan busa yang melimpah. Bahayanya, kandungan dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit, kerontokan rambut, ketombe, serta reaksi alergi.
4. Stearalkonium
Chloride
Bahan kimia ini banyak dipakai dalam conditioner dan krim rambut, namun dapat menyebabkan reaksi alergi. Stearalkonium chloride juga terbuat dari bahan yang sama dengan yang digunakan di produk pelembut kain.
Bahan kimia ini banyak dipakai dalam conditioner dan krim rambut, namun dapat menyebabkan reaksi alergi. Stearalkonium chloride juga terbuat dari bahan yang sama dengan yang digunakan di produk pelembut kain.
5.
Triethanolamine (TEA)
TEA digunakan dalam kosmetik yang memiliki fungsi untuk menyeimbangkan kadar asam pH dan sebagai bahan pembersih wajah. TEA dapat menyebabkan reaksi alergi, iritasi mata, serta kekeringan pada kulit dan rambut. Jika dibiarkan menyerap ke dalam tubuh dalam jangka waktu lama, TEA dapat menjadi racun bagi tubuh.
TEA digunakan dalam kosmetik yang memiliki fungsi untuk menyeimbangkan kadar asam pH dan sebagai bahan pembersih wajah. TEA dapat menyebabkan reaksi alergi, iritasi mata, serta kekeringan pada kulit dan rambut. Jika dibiarkan menyerap ke dalam tubuh dalam jangka waktu lama, TEA dapat menjadi racun bagi tubuh.
6. Merkuri
Zat Merkuri (raksa) banyak ditemukan di produk kecantikan yang fungsinya memutihkan kulit. Banyak juga ditemui pada produk seperti mascaras. Penggunaan bahan ini dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan seperti alergi, iritasi kulit, kerusakan saraf, dll.
Zat Merkuri (raksa) banyak ditemukan di produk kecantikan yang fungsinya memutihkan kulit. Banyak juga ditemui pada produk seperti mascaras. Penggunaan bahan ini dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan seperti alergi, iritasi kulit, kerusakan saraf, dll.
7. Talc
Talc merupakan bahan kimia
beracun yang digunakan dalam kosmetik seperti eye shadow, blush,
deodoran,
sabun, dll untuk menyerap kelembaban. Zat bersifat sebagai karsinogen
manusia
dan juga diketahui menyebabkan kanker ovarium dan tumor paru-paru.
8. Partikel Nano
Partikel Nano khususnya
zinc oxide dan titanium dioxide biasanya digunakan dalam lotion tabir
surya dan
krim. Partikel ini dengan mudah dapat menembus kulit dan menghancurkan
sel-sel
otak.
9. Petroleum Distillates
Bahasa lainnya parafin cair adalah produk yang berasal dari destilasi minyak bumi. Banyak digunakan dalam banyak kosmetik seperti mascaras, bubuk bau kaki, dll. Sifatnya carcinogen bagi tubuh manusia.
Bahasa lainnya parafin cair adalah produk yang berasal dari destilasi minyak bumi. Banyak digunakan dalam banyak kosmetik seperti mascaras, bubuk bau kaki, dll. Sifatnya carcinogen bagi tubuh manusia.
10. Coal Tar
Coal Tar (tar batubara) merupakan bahan kimia berbahaya lainnya yang umum digunakan di produk anti ketombe dan krim anti gatal. Ditemukan bahwa bahan kimia ini bersifat carcinogenic ketika masuk di bawah kulit.
Coal Tar (tar batubara) merupakan bahan kimia berbahaya lainnya yang umum digunakan di produk anti ketombe dan krim anti gatal. Ditemukan bahwa bahan kimia ini bersifat carcinogenic ketika masuk di bawah kulit.
BPOM meyakini bahwa terdapat banyak kosmetik yang
mengandung
bahan kimia berbahaya dan terlarang masih beredar di masyrakat luas jadi
berhati
– hatilah dalam memilih produk kosmetik. Anda jangan hanya melihat merek
dari
suatu produk karena kosmetik yang mahal
belum tentu aman untuk digunakan, selidiki
terlebih dahulu bahan yang dikandung oleh produk kosmetik yang akan dibeli,
pastikan bahwa produk tersebut aman
untuk digunakan. Jangan pernah korbankan
kesehatan Anda hanya untuk tampil cantik yang sifatnya sementara.
Lebih
baik gunakan cara yang natural untuk merawat kecantikan Anda.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar